Impian Guru Berdiri Diatas Kaki Sendiri

Sekolah Yang Berdikari, Impian Guru Berdiri Diatas Kaki Sendiri.

Kata kunci sekolah, komunitas, wilayah,guru adalah kajian

mendebarkan saat ini, mendebar-debar karena masalahnya selalu berulang-ulang dan gampang saja bermetaformosis.

Setiap lempengannya membawa kegempaan bumi pada segenap manusia yang membutuhkan sekolah yang tidak menjauh dari problem, sekolah yang barokah.

Kini kita sudah memasuki tahun era pedagangan bebas.

Era dimana sekat-sekat ekonomi tidak lagi dipandang sebagai penghalang laju lautan money mengalir yang maknyus dari luar negeri ini.

Sebagaimana perkataan historis yang terekam, jika suatu wilayah mengalami perlawanan pembahuruan maka terjadi perlawanan memasif terhadap nilai-nilai lama.

Jika perlawanan itu adalah hegemoni kebudayaan asing yang merongrong kebudayaan sendiri, maka yang menjadi masalah terhebat adalah pendidikan.

Pendidikan bisa merubah siapapun dari hamba menjadi tuan.
Berbagai pendapat ahli menyatakan bahwa pendidikan menjadi salah satu pintu masuk terwujudnya masyarakat sejahtera, pilihannya yang lain tidak ada broo!, tanpa itu tidak ada jalan lain, yang lain mustahil, karena pendidikan adalah prasyarat menuju Negara maju.
Itu sudah baku, sama sekali tidak ada bantahan.

Bidang pendidikan , demikian juga menjadi salah aturan tidak tertulis yang selalu tertera didalam konstitusi setiap Negara.
Begitu halnya juga bangsa Indonesia dengan segala kemajemukannya.

UUD 1945 juga mencatatnya, bahwa pengabaian atas pendidikan sama saja menutup pintu masuknya alam pikiran demokrasi dimana bangsa ini tengah menjalaninya.

Rumus sederhana saja, tanpa pendidikan mustahil terbentuk peradaban, peradaban dapat dikenali lewat ilmu pengetahuan maupun teknologinya.
Jika peradaban sebuah bangsa tidak tumbuhkembang lantas apa yang akan diusahakan (ekonomi).

Tanpa ada yang diusahakan dengan baik, system demokrasi tidak akan tumbuh untuk mensejahterakan.

Bukankah janji demokrasi adalah persamaan hak dan kewajiban yang mensejahterakan.

Lantas mengapa ada yang kesenjangan?.

Jika ada kesenjangan itu berarti terdapat lubang-lubang kosong yang harus segera ditutup.

Pendidikan dapat menjadi alternative, obat hati untuk kesejangan tersebut.

Dalam sejarah itu disebut reptisi yang artinya kejadian-kejadian tesebut akan berulang-ulang.

Itu masalah yang memang akan muncul, selalu muncul.
Namun tetaplah percaya bahwa masih ada secercah harapan.

Sekolah adalah instrument yang digunakan agar manusia dapat dikenali sebagai seorang yang bependidikan.

Disini pengertian sekolah artinya semua peradaban bangsa yang diajarkan secara langsung maupun tidak langsung kepada calon warga Negara.

Sebagai contoh, sangat sulit menemukan sekolah yang benar-benar mengikuti konteks wilayah sekolah tersebut berdiri. kontesk nilai ataupun berbasis nilai yang terukur.

Padahal pada faktanya kebutuhan lulusan sekolah yg dapat diandalkan, hanya wilayah tersebut yang mengetahuinya.

Penarikan kesimpulan dari pusat ibukota mengenai ketercapaian kegunaan sekolah tidak membawa manfaat nyata, karena dilapangan kesimpulan tesebut hanya terbit sebagai suatu data.

Hanya menjadi data yang tersimpan tanpa tau kemanfaatnya.
Membangun sekolah berbasis komunitas adalah sarana tercepat membangun perababan bangsa kita.

Jangan membangun sekolah hanya mendasari program-kejar tanyang yang dampaknya tidak bertahan lama.

edit.1

PS: Jika Anda suka atau merasa artikel ini bermanfaat bagi dunia pendidikan, tolong SHARE melalui tombol Social Media (Facebook, Twitter, Google+ ) yang kami sediakan. BERBAGI TIDAK AKAN MENGURANGI REZEKI.

Anda juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan tentang artikel diatas. Dapatkan buku maut pengubah nasib disini

Leave a Reply

DOWNLOAD 5 BUKU PEMBELAJARAN BERMUTU TINGGI

GRATIS

terima kasih , link download sudah kami kirim ke email anda

Something went wrong.