7 Ciri Kompetensi Profesional, Profesi Guru

white-male-1834100__340

Sebagai seorang guru, salah satu tuntutan yang tidak kurang dasyatnya terhadap kinerja guru adalah kompetensi profesional.

Ditengah tingginya perhatian pemerintah terhadap pemangku profesi ini, maka sudah selayaknya dan sepantasnya pemankunya mulai berpikir terang dan sadar diri. Profesional yang dihargai oleh negara memang meminta kompesasi yang wajar.

Dan itu layak.

Kewajiban besar menuntut kemampuan yang besar dulu.

Ketika seseorang memilih profesi guru. Maka seseorang tersebut sudah memilih jalan hidupnya sendiri ditengah kepungan profesi lainnya yang terbukti lebih maknyus incomenya.

Untuk meningkatkan kelayakan sesorang memilih jalan ini, saya menyarankan membaca blog ini sedikit demi sedikit sembari ngopi sejenak melepaskan penat-penat di kantor anda.

Jika yang sedikit itu dinikmati semurni-murninya hati, mudah-mudahan yang sedikit itu menjadi bukit.
Bukit yang penuh dengan batu-batu profesional yang keras dan tak mudah dihancurkan.

Semoga menginspirasi para pejuang guru.

Pertama, seorang guru harus Memiliki kemampuan profesi guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan budaya.

Selalu Memiliki penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi mata pelajaran yang akan diajar.

Mustahil guru mengajar diluar keahliannya, jikapun dipaksa bisa-menyebabkan masalah serius didalam proses pembelajaran kedepannya, bukan hanya soal materi tapi perbedaan karakter mata pelajaran masing-masing punya kekhasan sendiri. semuanya jelas berbeda.

Sering saya lihat guru yang memiliki pashion di bidang sejarah terpaksa mengajar bahasa Indonesia. Ya …dalam kondisi darurat mungkin saja dibenarkan ..lha masalahnya ndak darurat. Jika menemukan hal seperti ini saya member saran untuk rotasi.

Minta rotasi kepada sekolah atau setidaknya ganti pelajaran sesuai jurusanmu (pashionmu lho)

Padahal secara gambling dan jelas, aspek terpenting dari seorang guru adalah kemampuannya yang tinggi dengan loaded cepat dalam Penguasaan materi pelajaran.

Baik itu secara konsep maupun metode disiplin keilmuan, manamungkin guru sejarah mengajar matematika yang secara konsep jelas berbeza. Mana mungkin sales viagra menjadi guru ekonomi meskipun dimungkinkan. Semua bisa dimungkinkan ketika keadaannya darurat.

Kedua, Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami masalah dalam pendidikan .

Jika guru bisa mengajar seharusnya juga bisa menilai, Mesti diingat tanpa kemampuan ini, murid tidak dapat diketahui kemampuannya.

Minimal guru yang bersangkutan tahu ukurannya, sudahkah tahu ketercapaiannya, sudah seberapa jauhkan materi pelajaran tersebut terserap siswa dikelas. Pendidikan juga memiliki ukuran standar meskipun standart hati terkadang digunakan.

Subjekti dan objektif sudah ada kadarnya, guru yang tidak bisa menilai secara objektif ataupun objektif memungkinkan terjadi mis-penilaian yang fatal.

Apakah sudah 100 persen, 200 persen atau malah nyungsep.

Ketiga, Merancang program pembelajaran.
Jelas merancang adalah kemampuan wajib milik guru professional. Dunia pendidikan dirancang oleh para pemangkunya.
Anda harus tahu dimulai darimana, berhenti dimana, kapan berhenti total bahkan anda tahu saatnya dimana untuk kemana. Harus jelas dan terukur.

Setiap jadwal, aturan, rule of law, dll dilaksanakan dengan rancangan alias rencana pembelajaran ,misalnya, silabus, rpp.

Keempat, Menyusun bahan ajar yang wonderfull dan mudah dicerna.

Ini juga langkah KUNTJI yang makjleb jika dikerjakan dengan benar.

Menyusun bahan ajar inilah yang sering menjadi pemicu kebablasan menahun milik orang Indonesia.

Tradisi ngopi-pastee bahan ajar orang lain sering langganan umum. Biasanya bahan ajar orang lain akan dicetak ulang terus menerus tidak diupdate, tidak diperbahurui , bahkan tidak disentuh sedikitpun, selama masih bisa dibaca..gass terus.

Meski materinya sudah semaput tetap saja dipaksa. Syukur kalau siswa tidak tahu, la..kalau tahu…muramlah wibawamu.

Guru model begini tinggal menanti ajalnya saja.

Kelima, Mengimplementasikan program pembelajaran.

Kalau guru sudah merancang, menyusun bahan ajar ..

langkah berikutnya ya..diimplementasikan…di aktualisasikan, jangan didiemkan saja.

Catet..jika sudah direncanakan, segera di eksekusi…terutama jika itu menyangkut model pembelajaran terbaru.
Ganti model pembelajaran atau strategi pembelajaran membuktikan guru selalu memberikan ruang yang keren untuk hadirnya “perubahan”.

Jangan ada istilah nanti atau hari-hari esok masih panjang. Kalau sudah yang disegerakan saja. Disini mungkin istilah NATO (NOT ACTION TALK ONLY) berlaku abadi.

Biasanya keragua-n atau keyakinan seperti ini banyak terjadi di guru-guru muda.

Meskipun senyatanya itu disebabkan rasa MALAS yang hebat sekali.

Guru muda jangan takut mengeksekusi..!.

makin cepat tau anda salah..makin bagus..karena waktu mudah jauh lebih panjang dari masa tua.

Banyak orang menyerah dengan impian2nya di usia yg sangat belia. Nyalinya wafat di usia 25.

asumsi saya guru muda rata-rata berumur 24 tahun ketika selesai dari LPTK. Makin bagus bukan.

impianmu sudah tercapai sebagai guru, Hormati.!.

Keenam, Menilai proses dan hasil kegiatan pembelajaran.

Jika anda sudah memulainya, beranilah untuk menilai proses yang anda lakukan.

Katakan nilai buruk jika faktanya demikian, katakana terbaik jika memang demikian.

Jika penlaian kita sendiri buruk, ambil sebagai sarana perubahan nasib profesi guru. Bentangkan dan jadikan bermakna. Kesalahan apapun itu , penilaian apapun itu tetap ada nilainya.

Itulah prinsip hidup, itulah proses belajar sepanjang hayat.

itu artinya sejauh manapun nilai yang anda kerjakan selama dibarengi dengan niat belajar yang tulus makanya proses belajar telah berjalan dengan baik.

Bukan hanya peserta didik tapi anda juga.

Jika anda sudah sampai disini, selamat anda telah keluar dari jutaan guru yang sering berubah menjadi sang pengeluh dari sang pencerah.

Ketujuh, Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika professional.
Ingatlah bahwa menjadi guru tidak akan mengubah nasibmu menjadi seorang kaya raya, tajir apalagi mentereng apalagi membuatmu tampil bak artis ibukota. (meskipun ada).

Profesi ini adalah panggilan nurani.

Profesi ini mampu mengubah nasib manusia. Makanya rasanya beda.

Kita sedang membuat manusia, bukan membuat obat, eklektronik,sedot wc, gorengan apalagi viagra.
kita mendidik.

Profesi guru mendidik. mendidik manusia menjadi beradab. manusia berbudi luhur.

Menjadi guru adalah panggilan, ketukan jiwa, pashion, kesenangan.

Uang mengikuti kemampuan profesionalmu. Mereka berbarengan. Tuhan sudah adil pada kita, memberikan kesempatan mendidik orang lain.

Uang selalu mengikuti profesionalisme guru.

Hemm.. Jika tujuanmu adalah mengajar demi peningkatan dunia pendidikan Indonesia, selamat anda telah memilih profesi yang benar.

Tapi jika anda maksud menjadi guru dan lantas kaya mendadak! Sebaiknya jualan tahu, bakso bakar atau jualan alat pembesar vital..!

PS: Jika Anda suka atau merasa artikel ini bermanfaat bagi dunia pendidikan, tolong SHARE melalui tombol Social Media (Facebook, Twitter, Google+ ) yang kami sediakan. BERBAGI TIDAK AKAN MENGURANGI REZEKI.

Anda juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan tentang artikel diatas. Dapatkan buku maut pengubah nasib disini

Leave a Reply

DOWNLOAD 5 BUKU PEMBELAJARAN BERMUTU TINGGI

GRATIS

terima kasih , link download sudah kami kirim ke email anda

Something went wrong.